Ungkapan Mutiara

Kita seperti teko, apa yang dikeluarkan maka seperti itulah di dalamnya. Maka berjanjilah untuk selalu membahagiakan orang lain, karena dengan begitu kita membahagiakan hidup kita sendiri (Rosa Rahmania))

Memberi sebanyak yang kita mampu, lalu kita akan menerima sebanyak yang kita butuhkan! InsyaAllah(Luluk Evi Syukur)

Ide-ide gila, butuh orang gila juga untuk mewujudkan semuanya. Demi bumi dan isinyam, baiklah. (Ana Falasthien Tahta Alfina)

Selagi sabar itu ada dalam diri maka selagi itu juga Allah akan mengujinya dan hanya mereka yang benar-benar sabar dapat dengan mudah mengatasi ujianNya (Luluk Evi Syukur)

Selepas ashar nanti Kutunggu di semenanjung hati, mendawai indahnya pelita, kala pelangi berbagi warna, selepas maghrib nanti, Kutunggu di ujung nadi, lantunkan kalam Illahi, hingga Isya hadir kembali (Khasanah Roudhatul Jannah)

Kawan, ingatlah dengan hidup ini, kadang kesusahan dalam mengarungi takdir membuat hidup kita di akhirat nanti menjadi lebih berkualitas. Dan Jangan lah berlebihan di kehidupan ini, karena takut-takut terasa hambar di akhirat nanti. So, Jadikanlah apapun itu tentang kehidupan, lalu rayakanlah dengan kesyukuran.(Adi Nurseha)

Memoar kehidupan yang tak berujung hingga kematian menjemput. Lantas sudah sampai di mana kisah kehidupan ditorehkan? (Luluk Evi Syukur)

Kau yang masih setia mengulum rindu, Kudendangkan senandung lagu merdu, Sebagai pengobat rindu di dada, Sebagai pelipur segala lara, Tersenyumlah sayang, Rindu ini pun masih terus membayang Untukmu duhai kekasih hati Sambutlah syahdunya nyanyian hati (Khasanah Roudhatul Jannah)

Jaga selalu hatimu (Rosa Rahmania)

Tak semua yang diinginkan dapat terwujud sesuai rencana. Pergi saat indah. Allah pasti punya rencana terindah dibalik semua ini. Hanya itu yang bisa menguatkanku saat ini (Yopi Megasari)
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2011

Refleksi 02 Mei 2011


Ini hanya bagiku, entah bagi yang lainnya. Setiap hari orang-orang science mempelajari banyak simbol, dari alfabet hingga numerik atau beragam bentuk yang memang sengaja diciptakan sedemikian rupa. Aku tahu simbol-simbol tersebut sengaja diciptakan untuk mempermudah ingatan, mengakumulasikan banyak satuan dan pemahaman, hingga bisa dicapai sebuah teori, sebuah hipotesis, sebuah postulat, dan sederhananya sebuah rumus.

Sekali lagi ini hanya bagiku, seringkali rumus-rumus tersebut hanya dipahami sebagai sebuah bentuk mati tanpa aplikasi yang hidup. Rumus-rumus tersebut hanya dipakai sebagai alat pengganti angka-angka yang diketahui ketika ujian berlangsung. Ini adalah kesalahan fatal bagiku, melupakan alasan dasar kenapa simbol-simbol bernama rumus itu dibuat, membuatnya seakan-akan diciptakan tanpa alasan yang bermanfaat, tergeletak begitu saja di buku tulis tanpa sesuatu yang aplikatif.

Dan jujur, aku tidak suka mempelajari sesuatu yang mati, yang tidak bisa aku aplikasikan hingga manfaatnya terasa dalam kehidupan. Meskipun kendalanya sangat luar biasa, membayangkan beberapa gaya dari sebuah benda mati, hingga gaya-gaya tersebut bisa menyebabkan gerak, usaha, maupun energi. Apa mungkin karena mindset dalam otakku yang space-nya sangat terbatas? yang aku tahu selanjutnya adalah bahwa aku masih harus banyak belajar, mempelajari berbagai fenomena rumus hingga bisa mengkonsepnya dengan baik. Hasilnya adalah pemahaman baru tentang kehidupan.

Aku sangat ingat sekali, saat itu seorang Kakak kelas menjelaskan padaku dan teman-teman:

"Seperti yang kalian tau P=F/A, artinya tekanan yang terjadi akibat adanya hubungan antara gaya eksternal dengan luas penampang. Dalam kehidupan, gaya eksternal diibaratkan segala masalah yang datang dalam hidup manusia, lalu luas penampang diibaratkan ruas hati. Aturannya, karena P (tekanan) berbanding terbalik dengan A (Luas penampang) maka setiap gaya eksternal (F) yang datang hingga menyebabkan tekanan dapat dikurangi efeknya dengan memperbesar luas penampang dalam diri kita. Gampangnya begini, setiap masalah yang datang seperti gaya eksternal yang menyebabkan tekanan dalam hidup kita. Akibatnya semuanya terasa buram dan suram, untuk mengatasinya adalah dengan cara melapangkan hati, bersikap sabar dan ikhlas agar tekanan dalam hidup kita berkurang"


Umm... menarik, aku suka rumus yang selalu diaplikasikan dalam kehidupan. Saat itu aku hanya terpesona mendengar penjelasan dari Kakak kelasku itu, beliau menambahkan:

"Seringkali manusia merasakan tidak cukup bisa untuk melapangkan hatinya sendiri. Hey siapa bilang melapangkan hati harus dari dalam diri, menambah luas penampang bisa diatasi dengan menambah luasnya dengan benda lain. Artinya berceritalah pada orang lain, curhat tentang masalah yang kamu alami. Itu sama dengan usaha menambah luas penampang hatimu, itulah sebabnya kenapa dengan bercerita tekanan dalam hati terasa berkurang dan hidup juga lebih terasa lega" Begitu paparnya,

Salah satu pesan dari rumus Fisika yang sederhana, favoritku juga adalah ketika dosenku menyamakan rasa malas dengan gaya statis yang membekekukan, itulah alasannya F (gaya) Statis lebih besar dari pada F (gaya) Kinetis, rasa malas memang selalu membuatmu malas memulai sesuatu. Namun jiika kamu bisa mengusir rasa malasmu dengan berbuat sesuatu yang bisa kamu lakukan sekarang juga maka gaya Statis dapat kamu ubah menjadi gaya kinetis yang efisien, selanjutnya dapat diciptakan kecepatan dan percepatan seperti hukum Newton 2. Lalu bagaimana jika rasa malas itu sama sekali tidak mau bergeming dan tetap bertahan?

Itulah gunanya yang bernama motivasi, seperti hukum Newton 1, hukum kelembaman "Sesuatu akan berubah jika terdapat alasan yang membuatnya berubah". Seperti kebanyakan manusia yang tiba-tiba berubah karena memang ada suatu motivasi sebagai gaya eksternal yang memang membuatnya semangat untuk berubah, menciptakan sebuah pencapaian.

Kemudian, aku digiring terhadap sebuah pemahaman mendasar tentang Fluida, kali ini asas Bernoulli. "Pergerakan arus akan menyebabkan berkurangnya sebuah tekanan yang ada sehingga lebih memperlancar laju aliran" artinya jangan diam menunggu sesuatu tapi bergeraklah menemukan sesuatu hingga berbagai tekanan dalam hidupmu akan berkurang. Umm... menarik bukan?

Aku menyebut semuanya sebagai sesuatu aplikatif yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pernah terpikir kenapa jalur nasib tiap-tiap individu saling berbeda? ada yang begitu cepat sukses dan ada juga yang begitu sulit sukses? bagi yang cepat sukses mungkin itulah saat ketika kesempatan saling bertumbukan lenting tidak sempurna, tidak ada yang saling terpental tapi saling bertemu. Dan bersabarlah bagi yang belum menuai kesuksesan dalam hidupnya, ingat Allah itu Maha Adil. Jika Dia belum membuatmu sukses maka itu artinya Dia telah menyiapkan beragam kejutan yang harus kamu nikmati terlebih dahulu.

Dalam Impuls dan Momentum "Gaya kecil yang berkerja dalam waktu yang lama dapat menghasilkan perubahan momentum yang sama dengan gaya besar yang bekerja dalam waktu yang singkat" Artinya sederhana, jangan pernah putus asa terhadap segala usaha yang belum menuai hasil, karena jika kamu terus berusaha, sabar dan ikhlas maka ikhtiarmu akan menghasilkan sesuatu yang tidak jauh berbeda dengan orang yang lebih dulu sukses dalam hidupnya.

Dan satu hal, dulu aku berpikir bahwa seluruh benda, entah itu benda mati maupun benda hidup pasti akan mengalami gaya Gravitasi, semuanya bisa jatuh kapan saja. Tapi ternyata pemahamanku sedikit salah, yang berpengaruh terhadap sebuah gravitasi bukanlah sebuah benda tapi ruang seperti kata eyang Einstein. Ruang berudara seperti Bumi yang menyebabkan gaya gravitasi itu sangat mungkin mengenai seluruh benda mati dan hidup. Maka sederhana, jika selama hidup tidak ingin merasakan jatuh hiduplah di planet tanpa udara, di luar angkasa sana tidak ada gaya apapun selain gaya gravitasi yang membuatmu jatuh. Alhasil kamu akan melayang bahkan beratmu sendiri sama sekali tidak membantu.

Tapi tidak perlu khawatir, Gravitasi bisa dikacaukan dengan jarak. Seperti kata hukum universalnya abang Newton tentang gravitasi itu sendiri. "Semakin besar jarak maka efek gravitasi akan semakin melemah". Umumnya orang-orang jatuh karena adanya tekanan yang besar, bagaimana caranya untuk bangkit? Ciptakan semangat hingga bisa mengecoh gaya gravitasi yang menimpa, semangat secara tidak langsung akan membuatmu bangkit, membuatmu menciptakan jarak dengan banyak tekanan yang mengganggu sebelumnya. Benarkan?

Sebagai ulasan, ada sebuah kalimat favorit adegan Cinta-Rangga dalam salah satu Film bagus dalam listku "Ada Apa dengan Cinta", begini bunyinya "Bila Emosi mengalahkan logika, terbuktikan kebanyakan ruginya. Benerkan?" Singkatnya, emosi hanya membuat hatimu tumpul menyerupai benda pejal. Aturannya semakin pejal sebuah benda dia akan semakin sulit untuk bergerak, begitu juga hati yang tumpul dia tidak akan mampu berbuat apapun, jelaskan kebanyakan ruginya? hohoho...

Beginilah hidup, hidupku yang ingin aku ciptakan se-aplikatif mungkin. Dengan sederhananya hidup dan serumitnya beragam rumus yang ingin aku konsep dengan sesederhana mungkin. Pikiran manusia telah banyak mengandung komplikasi karena begitu rumitnya, maka cukup sederhanakan berbagai hal disekitarmu hingga tidak membuat hidup yang sederhana ini juga terasa lebih rumit. Fisika yang rumit-pun jangan dibuat makin rumit dengan banyaknya rumus mati tanpa konsep. Inilah tantanganku kedepannya, tantangan setiap orang yang pernah berhubungan dengan Fisika, begitu juga dengan disiplin ilmu lainnya. Hingga kedepannya pendidikan di Indonesia dapat dinikmati dengan sangat menyenangkan, demi masa depan bangsa yang lebih baik dari sekarang. Selamat hari pendidikan nasional.

**

Pendidikan itu tidak dibatasi oleh berlembar-lembar manuskrip yang berisikan tulisan
Juga terpaku pada berbagai teori tanpa eksperimen yang nyata
Tidak juga hanya berbentuk asumsi yang melahirkan perdebatan semata
Tapi jauh lebih membentang bagi mereka yang suka berpikir terbuka

Segala yang terlihat
Segala yang terdengar
Segala yang terasa
Yang menuntun hati kepada hikmah dan pembelajaran yang tak terhingga

Pendidikan itu bukan kepintaran yang menjadi alasan utama
Tapi justru lebih ditekankan kepada moral yang santun
Serta sikap yang empati dan ikhlas
Juga seberapa yang dapat digunakan untuk bermanfaat

Seperti batang padi yang kian merunduk ketika makin berisi
Atau lebah yang tak pernah lelah untuk memberi

Pendidikan itu adalah meleburnya jiwa dengan alam semesta
Penyebab lebih terbukanya mata hati terhadap kebenaran
Tidak sekedar membenarkan kebiasaan para nenek moyang
Namun bersedia untuk membiasakan hal yang baru tapi benar

Pendidikan itu sama seperti menyadari kenapa bumi berputar
Berpikir kenapa air mengalir
Serta alasan bintang yang bersinar
Lewat paradigma dengan format tiga dimensi kesegala arah yang berpendar

Pendidikan itu bukan pemecah antara agama dan pengetahuan
Namun pemersatu diantara keduanya
Bukan sekedar menuntut untuk tahu
Namun mengajarkan untuk memahami

Pendidikan itu -Ki Hajar Dewantara-
"Ing ngarso sung tulodo"
(Di depan memberikan contoh teladan yang baik)

"Ing madyo mangunkarso"
(di tengah membangkitkan semangat)

"Tut wuri handayani"
(dari belakang memberikan dorongan)


SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Cerdaskan nurani
Kokohkan budi pekerti
Wujudkan indonesia lebih baik :)

Oleh: Ana Falasthien Tahta Alfina (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Minggu, 22 Mei 2011

Kesendirian yang Bermakna


Kesendirian, suatu waktu di mana kita tak bisa menghindarinya. Banyak moment di mana kita harus tinggal seorang diri; saat di kamar mandi, saat di rumah tak ada orang kecuali kita, saat berada di sebuah ruangan warnet. Saat kesendirian itu muncul, saat di mana syaithan dengan gencarnya menggoda kita. Karena biasanya, kita akan jauh lebih semangat beribadah ketika ada orang di sekitar kita. Apalagi jika orang yang di dekat kita adalah orang yang shalih, yang senantiasa “menularkan” kebaikan pada diri kita. Ketika penghalang itu tak ada, setan pun dengan leluasa menerobos masuk dalam hati dan pikiran kita.

Karena iman yang lemah, kita pun kerap terjebak pada bujuk rayu syaithan. Kita menuruti apa mau syaithan. Tadinya kita rajin shalat, membaca Quran, tiba-tiba menjadi makhluk jalang yang bersuka cita pada kemaksiatan. “Ah… tidak ada yang melihat saya melakukannya,” bisiknya dalam hati.

Saat kesendirian itulah keimanan kita sedang diuji, apakah kita benar-benar mencintai Allah dengan setulus hati, apakah kita hanya takut kepadaNya ataukah ibadah yang kita lakukan selama ini hanya sandiwara dan ingin dipuji oleh orang yang sedang bersama kita?

Saat sendiri, berarti kita hanya berdua-duaan dengan Allah. Alangkah baiknya kita gunakan kesempatan itu untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah. Ketika dalam keramaian kita berdzikir seratus kali. Maka saat sendirian, kita harus lebih dari itu. Uwais al-Qarny Ra. pernah berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang bisa mengenal Tuhannya, sementara dia lebih banyak bersama selainNya.”

Suatu ketika, di malam yang dingin dan sunyi, Imam Abu Hanifah bermunajat di sebuah masjid. Di sana beliau menghabiskan waktunya dengan shalat, dzikir, dan berdoa hingga shubuh. Tak disangka, ada orang yang melihat ibadahnya itu. Setelah mengetahui ada yang memperhatikannya, beliau lalu berkata kepada orang tersebut agar merahasiakan perihal apa yang dilihatnya.

Diriwayatkan bahwa Imam Malik tidak terlalu banyak melaksanakan puasa dan shalat sunnah. Akan tetapi, kesendiriannya dipenuh dengan hal-hal yang berguna dan bermakna.

Seorang ulama bernama Umar Tilmisani pernah menceritakan pengalamannya. Di suatu malam, Imam Hasan al-Banna -gurunya- memanggil namanya, “Ya Umar, apakah engkau sudah tidur?” Lantas Umar menjawab, “Belum ya Syaikh…” Kemudian Imam Hasan al-Banna kembali masuk ke kamarnya. Beberapa saat kemudian Imam Hasan al-Banna kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama. Tapi kali ini Umar sengaja tidak menjawabnya, karena pasti nanti akan bertanya lagi hal yang sama. Umar pura-pura tidur.

Setelah tidak ada jawaban dari Umar, Imam al-Banna masuk kembali ke kamarnya. Beberapa saat lamanya pertanyaan yang sama tidak segera muncul, Umar pun melihat apa yang dilakukan gurunya itu di dalam kamarnya. Demi melihatnya, Imam Hasan al-Banna sedang bermunajat dengan tangisan menyayat hati. Akhirnya tahulah Umar, jika gurunya itu menginginkan kesendirian dalam bermunajat kepadaNya, sehingga amalan hanya semata-mata karena Allah.

Sungguh asyik berdua-duaan bersama Allah, sehingga Allah akan menganugerahi cahaya pada wajah kita. Imam Hasan al-Bashri pernah ditanya, “Kenapa orang yang rajin shalat malam wajahnya tampak bercahaya?” Imam Hasan menjawab, “Karena dia berdua-duaan dengan Allah sehingga Allah menghadiahinya sebagian dari cahayaNya.”

Seorang yang taat di kala ramai maupun sepi akan mereguk manisnya iman. Dia akan mendapatkan peningkatan kualitas iman dalam dirinya. Sesungguhnya semua ibadah yang kita lakukan untuk diri kita sendiri, bukan untuk orang lain. Kita berlaku demikian laksana melemparkan kayu Hindi (bahan minyak wangi) ke tengah bara api, kemudian wanginya tercium oleh manusia, namun mereka tak tahu dari mana sumber wewangian itu.

Ada orang yang jika kita mendekatinya terasa damai. Ketika menatap wajahnya, semakin mendorong kita untuk banyak mengingat Allah. Semakin bergaul akrab dengannya, terasa kebaikan-kebaikannya. Cintanya kepada kita bukan kamuflase sesaat, tetapi merupakan cinta murni yang datang dariNya. Terasa di sekeliling kita “harum mewangi” ketika kita bersamanya.
Namun, ada orang yang jika kita semakin dekat dengannya, hati kita semakin hampa, keras membatu, dan kotor oleh maksiat. Mungkin pada mulanya, kita menganggapnya orang baik. Namun lama kelamaan ketahuan belangnya, hatinya lebih busuk dari bangkai dan lebih kejam dari binatang liar. Merekalah orang-orang yang hanya taat di kala ramai, namun berbuat maksiat di saat sendiri.

Barangsiapa yang kesendiriannya baik dan penuh makna, akan menyebarlah aroma keutamaannya dan hati pun akan senantiasa mencium wewangiannya. Jagalah perilaku Anda dalam kesendirian, karena hal itu sangat bermanfaat.

Jakarta 05.05.2011 pukul 03.45
Oleh: Siti Aisah (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Jumat, 20 Mei 2011

Untuk Dirasa


Aku tak pernah tahu apa arti cinta sesungguhnya. Aku hanya bisa rasakannya. Begitu dalam dan tersembunyi dalam lubuk hati. Ah, andainya semua diijinkan untuk rasakan cinta, aku yakin tak akan bisa orang berpatah hati.

Entah, rasa ini begitu terasa sampai aku tak kuasa meneteskan air mata karenanya. Cintalah yang kurasa, pada apapun yang sudah terjadi bersamaku, siapapun dan hal apapun.

Sejujurnya aku tak pernah benar-benar mengerti dengan semua yang terjadi. Tapi, yang bisa kurasakan hanya sebuah rasa itu, meski kadang aku menyelewengkannya, kadang aku tak berikan itu pada yang seharusnya aku berikan. Lalu aku harus apa?

Terapi satu-satunya yang selalu ingin kulakukan adalah tersenyum dalam hati. Mengingat bahwa melalui cinta aku bisa tegar berdiri sampai saat ini. Kasih sayangNya yang sangat tulus menggedor-gedor pintu hatiku, dan ketika kubuka pintu itu, aku terkesima dengan sangat. Ia datang padaku dengan keanggunan rasa, sesuatu yang belum pernah kutemui pada tamu-tamuku sebelumnya.

Lututku lemas, badan menggigil, dan hati meronta-ronta seolah ingin kupeluk saja cinta yang ada di hadapanku itu. Mendekapnya erat sampai kan kupastikan dia tak akan pergi dariku. Begitulah cinta menghampiriku, menyergapku tanpa ampun dengan sejuta pesonanya.

Tapi ada yang hampir kulupa, munginkah ini manifetasi terbesar dalam hidup manusia? Semua orang begitu ramai membicarakan cinta, semua hati langsung bergegas ketika cinta datang dalam hidup mereka. Meski yang sebenarnya cinta tak pernah bisa kudefinisikan, karena hanya perasaan yang bicara.

Cinta adalah tentang rasa, cinta juga adalah tentang hati. Di situlah bersemayam titah Tuhan bagi kebaikan hidup manusia. Ikutilah bagaimana hatimu berucap, maka kau akan temukan bahwa sebenarnya Allah sangat dekat dengan kita.

Karena setulus-tulusnya cinta adalah seperti cinta Allah pada hambaNya, seperti keindahan akhlak Rasulullah pada umatnya, seperti kasih ibu pada anaknya, dan seperti sayang kita pada sesama ciptaanNya. Bisalah merasakan bahwa ketika kita berjanji untuk berbaik sangka pada cinta, maka saat itulah kita akan rasakan juga cinta tak akan pernah menyakiti. Sebab bicara cinta adalah bicara tentang diri kita sendiri. Biarlah orang lain memperlakukan cinta dengan cara mereka sendiri. Meski sakitnya cinta itu kerap kita rasa, sudahlah, buang semua itu sebab tak akan menjadikan kita bermetamorfosa menjadi manusia yang kerap bermanfaat bagi manusia lainnya. Bahagiakanlah hidup orang lain, maka kita telah membahagiakan hidup kita sendiri.

*Have a Nice Day sobat Nahiq……. ^_^
Oleh: Rosa Rahmania (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Kamis, 19 Mei 2011

Berhenti Sejenak dan Segera Bergerak Cepat


Dari Suhaib ra., bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya.
Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya" (HR. Muslim)

SABAR. . .

Entah dari mana asalnya, kata ini terkadang ampuh, membuat kita berhenti menangis saat cobaan menyapa hidup kita. “Bersabarlah”. Kadang malah membuat kita ingat sekaligus ingin beristighfar dan langsung mengambil wudhu, lalu Quran untuk melantunankan beberapa kalimatnya. “Bersabarlah”. Bagi yang non-Muslim biasanya juga langsung mengatakan “Puji Tuhan” dan mengambil kitab sucinya sambil mencari rentetan ayat yang berhubungan dengan penenangan diri dan berserah diri. “Bersabarlah”.

Karena saya seorang Muslim, maka saya menulisnya berdasarkan apa yang saya pahami dari keyakinan saya, namun ini bukan berarti mengesampingkan agama non-Muslim atau melarang yang berbeda keyakinan dilarang membacanya. So, tulisan ini untuk siapapun yang ingin memelihara sifat SABAR dalam konteks yang luas. ^_^

Sabar berasal dari bahasa Arab, yang kemudian seiring perkembangan budaya menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah "Shobaro" membentuk infinitif (masdar) menjadi "shabran". Jika didefinisikan secara bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Agar semakin kuat maknanya. Mari kita mengintip firman Allah dalam Quran, “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas." (QS. Al-Kahfi: 18 - 28).

Seberapa penting tho sabar itu?

Lha ini dia pertanyaan yang mungkin semua orang sepakat dengan saya. Bahwa sabar itu sangat amat penting sekali. Mau bukti? Banyak pemerkosaan yang terjadi di Negri ini. Andai saja para pelaku bersabar menahan syahwat mungkin saja tidak ada korban, malah sekarang lagi nge-trend banget tuh Bapak menjadikan anaknya sebagai objek pelampiasan syahwatnya. Mau bukti lagi? Andai saja para koruptor bersabar untuk menjadi jutawan, uang Negara tidak akan habis seperti sekarang. Andai saja kemarin, ketika kalah AFF para supoter sabar, pasti deh kita tidak akan menyalahkan si Firman Utina (soalnya lagi musim bola jd contohnya sedikit nyerempet hehehe…) dan parahnya andai para pembeli tiket final AFF sedikit bersabar pasti tidak ada deh yang sampai pingsan apalagi ada yang meninggal karena dehidrasi.

Tidak akan ada pencurian hingga akhirnya pelaku membunuh korban, jika sabar itu ada, karena sabar adalah ketenangan. Tidak akan membuat suami istri saling membenci dan melakukan perceraian, jika sabar itu ada, karena sabar adalah kedamaian. Tidak akan ada bentrok antara mahasiswa yang melakukan demonstrasi dengan polisi, jika sabar itu ada, karena sabar adalah pembelajaran. Tidak akan ada guru yang mengacuhkan muridnya karena kenakalannya, jika sabar itu ada, karena sabar sebuah didikan.

Bagaimana sabar itu bisa tumbuh?

Sabar bukan berarti berhenti dan diam ketika ada masalah yang menimpa hidup, dan bukan berarti putus asa dan pasrah tanpa melakukan suatu apapun. Berhenti sejenak dan segera bergerak cepat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Sabar adalah menunda respon atas stimulus yang menyakitkan dirinya untuk beberapa saat sampai merasa tenang sehingga pikiran dapat berfungsi kembali dengan baik. Itu berarti secara tidak langsung sabar akan mengasah kecerdasan emosi, terutama dalam menghadapi situasi marah dan menyakitkan.

Pada dasarnya manusia diciptakan oleh Allah SWT. di muka bumi ini dituntut untuk selalu mendayung akan budinya agar tercipta ketentraman, kedamaian, kebahagiaan, dan kebaikan. Secara psikologis orang-orang yang demikianlah yang akan mengalami ketenangan dalam hidupnya walau kerap tekanan hidup menghampiri.

Manusia mempunya naluri yang mengajaknya untuk mencari, menentukan dan menemukan sesuatu yang baik dalam hidupnya. Naluri juga yang senantiasa mengajak manusia untuk membenahi diri ke arah yang lebih baik. Dalam setiap hari bahkan setiap detik kehidupannya, ia berusaha memperbaiki hal-hal yang dianggap kurang pas dan mencari alternatif lain yang lebih baik. Manusia dengan akal budinya kemudian menjadikan hidup sebagai sebuah proses pencarian yang tidak pernah kunjung usai serta mencari kepuasan dalam melakukan segala hal, namun terkadang kepuasan tersebut semakin tidak ia dapatkan.

Dalam sebagian besar perjalanannya hidup anak adam, agama banyak memberikan petunjuk. Namun dengan adanya keterbatasan kemampuan serta ideologi menyimpang, manusia kerap tidak mampu menggapai puncak keistimewaan tersebut. Dalam konteks ini, manusia juga lazim mengeluh dan bahkan kecewa akan kondisi psiko-Ilahiyah-nya, sehingga merasa terpanggil untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam hal keagamaannya.

Kesatuan antara keyakinan terhadap Allah SWT., serta taat terhadap apa yang sudah diajarkan Islam, sangat membantu kita untuk terus memelihara sikap sabar dalam setiap konadisi. Ketenangan jiwa yang dihasilkan dari kedekatan kita pada Yang Maha Kuasa memberikan energi positif dalam menjaga hati kita yang kerap berbalik setiap waktu. Menjadi manusia yang selalu berikhtiar, berdaya upaya dan berjuang agar menjadi orang yang beriman, dengan mendidik dirinya masing-masing, dan memperdalam keyakinan dan pengetahuannya tentang Tuhan dan agama adalah cara cepat untuk memperoleh energi sabar dalam setiap kondisi. Insya Allah.

Oleh: Luluk Evi Syukur (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Senin, 09 Mei 2011

Because Love It


"Do something because you love it, not because you only want to look great doing it"

Definisinya luas, fokusnya adalah apa yang kita sukai. Semua orang pada dasarnya sama, selalu suka dipuji dan jarang memuji orang lain. Mungkin bagi yang pernah menonton film 'I'm not Stupid 2',maka akan familiar dengan kata-kata ini "Kapan terakhir kau memuji seseorang? kapan terakhir orang lain memujimu?", dan karena faktor kebutuhan terhadap sebuah pujian, tidak sedikit yang rela melakukan sesuatu demi mendapat pujian dari orang lain, demi terlihat lebih hebat. Bagus memang, tidak ada yang salah, alhasil ada sebuah pencapaian yang berhasil kita raih.

Tapi benarkah kita puas dan bahagia? benar-benar senang dengan hasil yang diperoleh? lupa bahwa cinta itu mendatangkan produktivitas yang penuh dengan kekuatan? kekuatan untuk memperjuangkan segala hal yang kita cintai. Tapi namanya juga manusia, terkadang apa yang disukai saja masih abstrak, lantas apa yang bisa diperjuangkan? Kita tengok saja Kugy, tokoh utama dalam novel Perahu Kertasnya Dewi Lestari. Kugy yang rela berputar, terus melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu dia suka demi mendapatkan sesuatu yang dia suka. Mungkin ada kalanya memang begitu, hidup itu memang sederhana, implemantasinya sebenarnya juga sederhana. Tapi pikiran manusia yang rumit, sehingga hidup pun nampak rumit. Butuh berputar ke sana ke mari sebelum sampai pada tujuan yang dimaksud. Whatever!!! Tergantung manusianya, yang terpenting pada akhirnya kita sampai pada tujuan bukan?

Hey hidup itu hanya sekali, dengan Bumi yang satu-satunya menjadi tempat tinggal manusia. So, tidak ada yang lebih penting selain memperjuangkan apa yang kita inginkan, sesuatu yang kita sukai, mewujudkannya satu-persatu. Setidaknya kita bisa membuat ingatan yang indah tentang hidup yang singkat ini. Dan percayalah tidak ada yang lebih membuat kita bersemangat dan berenergi selain apa yang kita sukai, dengan mudah segala kepenatan dan kerempongan situasi dapat kita atasi dengan baik.

Lalu bagaimana jika begini situasinya, orang terdekat kita tidak menyukai apa yang kita tekuni saat ini, padahal itulah yang kita sukai. Jika orang terdekat itu saya, maka saya akan spontan berpikir "Jadilah dirimu sendiri, dengan segala yang kamu mau, dengan segala mimpi-mimpimu. Perjuangkan apa yang kamu inginkan tanpa takut dengan penilaian orang lain, bahkan termasuk saya sendiri. Itu hidupmu, perjalanan yang harusnya bisa kamu ciptakan beragam hal yang menyenangkan. Orang yang menyayangimu akan selalu mendukung mimpi-mimpi terbaikmu, bukan malah memaksamu pada duniamu yang lain, yang bukan kamu"

The closing statement:
"Do something because you love it, not becuase you only want to look great doing it or you only want to make someone love you cause it"

Oleh: Ana Falasthien Tahta Alfina (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Minggu, 08 Mei 2011

Cinta dalam Diam


Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan.

Ketika cinta kini hadir tidak untuk Yang Maha Mengetahui, saat secercah rasa tidak lagi tercipta
untuk Yang Maha Pencipta.

Izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba.

Mungkinkah dengan ridhaNya atau hanya mengundang murkaNya.

Jika benar cinta itu karena Allah, maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah. Karena
hakikatnya ia berhulu dari Allah, maka ia pun berhilir hanya kepada Allah.

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat:49)

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak
(berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan kurniaNya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya
di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”(QS. Ar-Ruum: 21)

Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah, berdoalah atau
berpuasalah.

"Wahai kaum pemuda, siapa saja di antara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka
menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila di antara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena sungguhnya puasa tersebut
sebagai penahannya” (Hadist)

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. AlIsraa’: 32)

Cukup cintai ia dalam diam, bukan karena membenci hadirnya, tapi menjaga kesucianny. Bukan karena menghindari dunia, tapi meraih surgaNya. Bukan karena lemah untuk menghadapinya, tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup.

Cukup cintai ia dari kejauhan, karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan, karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan, karena hadirmu mungkin saja akan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga.

Cukup cintai ia dengan kesederhanaan, memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan
hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan.

Maka cintailah ia dengan keikhlasan, karena tentu kisah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib diingini oleh hati, tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al-Farisi?

“ …boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui,
sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. AlBaqarah:216)

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh)
itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An-Nuur: 26)

Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan.

Karena tiada yang tahu rencana Tuhan, mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan, karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan.

Serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya.

“Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.” (Umar bin Khattab ra.)

Oleh: Siti Aisah (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Jumat, 06 Mei 2011

Diriku Bukanlah Dirinya


Aku bukanlah dia, yang nasabnya terjaga, yang masih punya keturunan Ulama
Aku bukan dia, yang ayah ibunya telaten mendidiknya dengan cara Islami
Aku juga bukan dia, yang keluarganya terasa begitu religius
Aku hanya aku, aku tak punya apa-apa dan aku juga bukan apa-apa
Sama sekali aku tak punya keistimewaan apa-apa

Aku hanya hambaNya, yang berusaha mencariNya di setiap detik nafasku, andaikan benar-benar tiap waktu aku ingat itu...

Aku juga tak punya daya apa-apa, yang ketika ada sesuatu menghampiriku, aku terlampau sering menghadapinya sendiri, bukan seperti mereka yang punya tempat sandaran atau tempat curhat pada ibunya misalnya, dan aku bukan mereka...

Di dunia ini ada suatu ke-ideal-an yang didambakan oleh tiap insan.

Tengoklah, betapa tiap insan selalu inginkan hidupnya lancar-lancar saja tanpa hambatan? Itulah ke-ideal-an yang kumaksud.

Tapi, bisakah hal itu kita dapat? Bohong jika kita katakan ya untuk pertanyaan itu.

Selalu ada yang membuat kita memeras otak dan tenaga karena selalu ada suatu urusan yang menanti untuk kita selesaikan. Tapi tak usahlah disebut “masalah”, karena itu bukan penyelesaian. Tak cukupkah nyali kita untuk hadapi semua?

Aku ya aku, aku bukan dia, aku bukan dirinya, dan aku bukan mereka, aku ya aku...

Entah siapa aku ini...

Aku tak bisa berikan apa-apa yang bisa buat kalian bahagia di tiap detik.

Aku juga hanya bisa lakukan apa yang menurutku baik, tapi itu pun mungkin tak juga bisa selalu selaras denganmu,

Aku harus lakukan apa?

Satu yang kutahu, kita harus bertanya padaNya tentang bagaimana semua ini harus kita jalani. Semua akan berjalan dengan baik jika kita selalu ikuti aturan dariNya, semoga kita semua bisa istiqamah, amin...

Oleh: Rosa Rahmania (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Sabtu, 30 April 2011

Bicaranya Hati


Bila hati yang bicara, akankah bisa terungkap dengan kata-kata? Yang ada adalah tangan dan kaki yang mewakili bicaranya hati. Kemudian, sekarang hati siapakah yang bicara itu?

Seusai dengan tak sengaja mendengarkan suatu liputan berita di televisi, barulah ini dapat menyimpulkan bahwa sesungguhnya tiap insan rindu akan kesucian dan tak pernah mau dengan sengaja melakukan perbuatan tercela.

Sebuah liputan, yang bercerita tentang sebuah kawasan lokalisasi di daerah Surabaya. Entah pula, kawasan yang dimaksud adalah kawasan paling terkenal se-Asia Tenggara itu atau bukan. Di situ diceritakan bahwa penduduk lokalisasi, saat ini sudah menurun sebanyak 30% daripada tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat setempat mengakui bahwa mereka kerapkali mendekati para PSK itu dengan perlahan. Walhasil, saat ini sudah berkurang sebanyak 30%, suatu peningkatan yang patut kita syukuri bahkan sekecil apapun angkanya.

Tak pernah ada wanita yang menjadikan “pelacur” sebagai cita-cita hidupnya. Kebanyakan mereka melakoni sandiwara demikian adalah karena terpaksa atau karena sebelumnya sudah dijerumuskan terlebih dahulu oleh orang yang tega berbuat jahat pada mereka. Tapi pernahkah, ketika kita punya adik kecil atau kerabat dan tetangga kita yang masih usia SD, ada yang bercita-cita menjadi penjaja cinta? Saya yakin dengan sangat pasti, tidak akan ada hati dan akal sehat yang menginginkan demikian.

Yang sekarang sedang menjalani sandiwara seperti itu, yakinlah bahwa di hatinya selalu ada secercah kerinduan untuk kembali menjalani hidup seperti manusia biasa lainnya. Nuraninya tak pernah mau dan tak pernah mengijinkannya untuk berbuat seperti itu. Ikutilah kemauan hati untuk selalu berhasrat beribadah dan semakin mendekat padaNya. Ya, itulah fitrah bagi yang namanya manusia.

Dan bukan hanya "penjaja cinta" yang memiliki fitrah demikian. Seorang penjaja cinta adalah seorang manusia, dan tengoklah kita pun sama manusianya dengan mereka. Kita pun memiliki fitrah itu kawan. :)

Ya Arhamarrahimin... Penuhilah lagi hati-hati kami ini dengan kasih sayangMu, sebagaimana Engkau yang bisa menguatkan iman di hati kami, kami pun tak akan bisa berbuat apa-apa tanpa campur tangan dariMu. Tolong temani dan beri kekuatan pada kami untuk bisa selalu ingin lebih dekat lagi denganMu, amin...

Oleh: Rosa Rahmania (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Rabu, 27 April 2011

Inspirasi


Menulis jangan menunggu datangnya inspirasi, tapi inspirasilah yang hendak kita ciptakan sendiri. Namun apakah kalian tahu bagaimana menciptakan inspirasi itu? Semalam habis rapat team sempat ada instilah: “Jangan menunggu-nunggu waktu, tapi buatlah waktu oleh kita.”

Mungkin artinya kita sebagai manusia biasa terkadang suka malas untuk melakukan sesuatu, suka mengulur-ngulurkan waktu dan berbuat tergantung mood kita. Itu sudah lumrah di dalam diri kita sekarang. Akan tetapi kelumrahan itu jikalau tetap saja dibiarkan mungkin saja bisa berakibat fatal bagi diri kita. Contoh seorang pe-hutang, sedikit demi sedikit dia terus menerus meminjam uang kepada orang, maka tak terasa ketika dia hendak melihat jumlah hutangnya sempat terkejut dengan besarnya jumlah hutang yang dia miliki. Begitulah kira-kira ciri seorang pemalas dan seorang yang tidak bisa memanfaatkan waktunya sampai-sampai dia diperbudak oleh waktunya sendiri.

Kita sebagai orang yang waras dan berpendidikan tentunya tidak akan menghendaki hal itu hinggap pada diri kita. Seorang pe-hutang tadi hanyalah contoh, masih banyak kejadian-kejadian yang lain yang serupa dengan hal itu. Bagi seorang pemalas dan yang suka mengundur-ngundurkan waktu akan tahu akibatnya sendiri. Satu dua kali tidak akan terasa, tapi setelah dia terus melakukannya berulang-ulang sehingga menjadi suatu kebiasaan yang sulit dia tinggalkan maka pada saat itulah rasa penyesalan yang sangat dahsyat itu akan menghampirinya. Untuk mencoba memperbaiki diri tidak akan semudah dia membalikan telapak tangan. Semuanya butuh proses sebagaimana lamanya dia melakukan kemalasannya dulu. Kebiasaan baru pun harus dilaluinya dengan rasa yang teramat berat. Bayangkan saja betapa susahnya kita merubah kebiasaan kita hingga 180 derajat dalam seketika waktu dan rasanya itu adalah hal yang mustahil untuk kita lakukan dalam jangka waktu yang relatif pendek.

Kebiasaan merupakan hal yang akan membawa ke mana arah masa depan kita. Sebenarnya jika ada orang yang bertanya “Mau jadi apa saya di masa depan?” merupakan pertanyaan yang menurut saya adalah satu pertanyaan yang bukan caranya untuk bertanya dengan pertanyaan itu. Karena yang bisa menjawabnya hanyalah dirinya sendiri. Intinya adalah kebiasaan. Kebiasaan adalah cerminan diri kita di masa depan. Ingin tahu kalian akan seperti apa di masa depan maka lihat apa yang sedang kalian lakukan di saat ini.

Terkait dengan inspirasi yang menjadi judul artikel kali ini. Coba kita jangan menunggu-nunggu datangnya inspirasi, tapi cobalah belajar untuk menciptakan inspirasi kita sendiri. Inspirasi bukanlah “Jailangkung” yang datang tak dijemput, pulang tak diantar, tapi inspirasi itu adalah suatu hal yang akan selalu ada di dalam diri kita. Inspirasi itu bukanlah milik siapa-siapa, tapi inspirasi hanyalah milik kita “Kita dan inspirasi kita”.

Hanya satu hal yang perlu kita ingat, bagaimana kita bisa menjaga selalu inspirasi kita? Apalagi kalau bukan dengan kebiasaan. Kebiasaan yang akan terus menerus mendatangkan inspirasi kepada kita. Hanya kebiasaanlah yang akan menentukan masa depan kita, entah itu kebiasaan buruk maka hasilnya akan buruk ataupun kebiasaan yang baik maka hasilnya pun akan baik pula. Lihat seorang penulis terkenal seperti “Putu Wijaya” (Sang Teroris Mental) beliau mengatakan: "Menulis setiap hari dan Menulis apa saja". Kemudian juga dengan ucapannya Pramoedya Anantatoer (Penulis Yang Menolak Hadiah Nobel Sastra), "Terus Menulis Walau Tubuh Terpenjara."

Lihat komentar-komentar mereka yang telah meraih masa depannya dengan sukses. Semua berawal dari kebiasaan. Membiasakan diri menulis untuk seorang yang ingin menjadi penulis, membiasakan diri berolahraga untuk seorang yang ingin menjadi atlet, membiasakan diri terus membaca dan mengamati ilmu-ilmu kebidanan untuk seorang yang ingin menjadi bidan, dan masih banyak lagi kebiasaan-kebiasaan yang mesti kita lakukan sesuai keinginan masa depan kita yang hendak kita raih.

Inspirasi bukanlah hal yang aneh bagi kita, tapi inspirasi merupakan konsekwensi dari kebiasaan-kebiasan yang telah kita lakukan. Inspirasi itu tidak akan datang secara tiba-tiba, tapi inspirasi yang akan kita ciptakan sendiri. Inspirasi milik kita, inspirasi hanya untuk kita dan inspirasi hanyalah ada dalam diri kita. Intinya hanya satu ; “KEBIASAAN”. Oke Friend… You Understand? Mulailah kita sekarang melakukan kebiasan-kebiasan yang akan menentukan masa depan kita. Apa bentuk kebiasaan itu? Jawabannya tergantung pada diri kalian. OK !!! Tuhan tidak akan merubah diri kita, kecuali diri kita yang akan merubahnya sendiri.

Oleh: Mamat Munandar (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Minggu, 24 April 2011

Berdialog dengan Hati


Wahai hati, di dalammu ada sebuah asa yang begitu indah dirasa. Ia adalah pemompa semangatku, ia adalah karib dari pikiran serta perasaanku, ia adalah amanah dariNya. Sudah sejak lama ia temani diri, berusaha tuk selalu tuntun agar jalanku lurus menujuNya, ah, terimakasih kawan, terimakasih Cinta. ^_^

Lebih dari sekedar kata, gerak-geriknya terlihat dari sisiku yang paling luar. Maka siapa saja yang mengerti tentang aktifitas hati, aku benar-benar tak akan bisa berbohong.

Wahai hati, andainya kau bisa berbicara, maka siapakah yang kan mengerti tentang bahasamu? Maka siapakah yang memahami kehendakmu? Maka siapakah yang tahu tentangmu wahai hati?
Kau ini letaknya tersembunyi, tapi gerakannya terlihat dari luar. Benar-benar tak bisa dibohongi orang yang sudah melatih diri mengenal dan menjagamu. Orang itu, yang selalu menata hati, sebab di situlah godaan terbesar bagi manusia. Manusia ini, tak akan mau terkalahkan oleh godaan duniawi, sebab ia tahu Dia lebih dari segala-galanya, dan pemberian dariNya tak mungkin bisa tergantikan dengan materi duniawi.

Duhai hati, kadang kubertanya, siapa sebenarnya yang mengendalikanmu? Siapa yang membuat aku bisa rasakan beragam emosi campur aduk itu? Mengapa orang sering katakan bahwa jika bukan raga yang sakit, padahal merasa ada yang tidak enak, maka itu hati yang sakit. Lantas, seperti apakah rupanya hati yang sakit?

Wahai hati yang merupakan pemberian dariNya, maukah kau tunjukkan padaku jalan lurus menuju pemilikmu? Aku tahu hati, padahal aku sendiri yang menjauhkan diri dariNya, aku sendiri yang membuat hijab-hijab itu. Padahal kau tahu juga, Dia tak pernah jauh dariku, bahkan Dia lebih dekat daripada urat nadi kehidupanku. Lantas, dimanakah Dia? Mari, tuntun aku wahai hati, meski saat ini tanganku lemah untuk sekedar menyambutmu dengan suka cita, tolong aku wahai hati. Tapi meski begitu, siapapun orangnya yang kutemui, dan apapun perlakuan atau perkataan orang itu padaku, aku yakin di dalam hatinya ada nurani kebaikan yang suatu saat nanti akan memancar bila telah sampai pada waktunya.

Hati-hati dengan hati yang bila tidak hati-hati akan menyakiti hati yang tidak hati-hati, ^_^

Oleh: Rosa Rahmania (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Kamis, 21 April 2011

Bukan Tipe Pencemburu


Senyum manis di wajahnya senantiasa mengembang, mewarnai hari-harinya yang seakan tiada pernah dilanda duka. Tawanya senantiasa renyah membahana, menggambarkan betapa free hatinya seolah tanpa beban derita. Begitupun saat dia harus berpisah denganmu sebagai keputusan yang matang yang menjadikannya semakin tegar dalam mengarungi liku hidup yang tiada terduga kapan aral melintang menghadang mulusnya jalan.

Ketegarannya menghadapi setiap permasalahan dalam hidupnya, adalah bukti betapa mapan pola pikirnya. Tiada keluh kesah yang dia tampakkan di muka umum. Seberat apapun beban hidupnya, dia tetap berdiri dengan gagah, memikul segala beban yang ada tanpa mengeluh sedikitpun. Lihatlah pancaran wajahnya yang selalu tulus menimbang rasa. Seperti saat dia melepaskanmu dan membiarkanmu memilih bidadari lain yang kau anggap lebih pantas untuk kau cintai.

Baginya cinta tak harus memiliki, cinta tak harus mencemburui. Cinta adalah keikhlasan, keikhlasan menerima segala yang ada, tanpa harus merasa cemburu dengan segala kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Sama seperti saat perhatianmu beralih pada yang lain. Hanya senyum yang tersungging di bibirnya seraya berucap lirih "Semoga kalian berjodoh dan hidup dalam lindungan kasih Illahi Robbi..."

Lalu dia pun melangkah tenang, tanpa pernah merasa bersalah telah meninggalkanmu. Karena di matanya kau memang tidak pernah tulus mencintainya, tidak pernah tulus menyayanginya. Terbukti dengan segala apa yang di lihatnya ketika segala kasih dan perhatianmu justru tertuju kepada yang lain. Bukan rasa cemburu yang dia tunjukkan ketika ia tahu kau bermesraan dengan yang lain. Tapi rasa syukur kepada Dzat Yang Maha Kasih, yang telah membukakan kedua mata batinnya akan siapa sebenarnya dirimu, siapa sebenarnya sosok yang pernah di kasihinya.

Dia bukan tipe pencemburu. Bukan berarti cintanya kepadamu di masa lalu palsu. Tapi kedewasaan dalam dirinya yang membuatnya lebih bijak dalam menghadapi setiap liku sebuah rasa dalam mengarungi samudera cinta yang penuh dengan gelombang badai asmara. Dia bukan anak kecil yang mudah menangis ketika di cubit. Dia bukan anak kecil yang mudah merengek ketika apa yang dia harapkan jadi miliknya ternyata tak jua ia dapatkan bahkan menjadi milik orang lain.

Dia gadis dewasa yang pandai mensyukuri nikmat. Dia gadis yang tegar, dia gadis yang kuat, dia gadis yang mampu bertahan di tengah kecaman dahsyatnya badai kehidupan. Tiada pernah ku dengar dia mengeluh, walau derita kerap hadir menyapa ketenangan jiwanya. Percuma saja kau bersusah payah membuatnya cemburu, karena di hatinya dia justru mendo'akanmu agar kau dapat menjalin hubungan dengannya.

Mungkin benar adanya, bahwa kau tiada pernah mencintainya. Atau kesombongan dalam dirimu yang membuatmu bertahan untuk tidak mengungkapkan perasaan hatimu yang sesungguhnya. Well... itu adalah urusanmu dengannya. Ada tidaknya rasa itu hanya kau yang tahu. Satu yang pasti dia bukan tipe pencemburu. Terbukti saat dia melihatmu bermesraan dengan yang lain, dia justru mendo'akanmu. So tak perlu kau bersusah payah memperlihatkan kemesraanmu dengan gadis lain di depan matanya. Karena dia bukan tipe pencemburu.

Dia gadis yang cantik, pintar, cerdas, lincah, sholehah, energic, atraktif... waow... seabreg kelebihan di sandangnya... ckckckck... Rasanya rugi kalau di lepaskan begitu saja, sementara kau tahu bahwa kau pernah ada dalam hatinya. Namun aku tidak bisa menjamin bahwa di hatinya masih ada namamu, karena kulihat dia begitu supel dalam bergaul. Dengan mudah dia kan dapatkan pengganti dirimu yang mungkin lebih perfect and lebih sempurna di matanya.

Kurasa penjelasanku tadi sudah jelas. Dia bukan tipe pencemburu. OK...?! Kalau kurang jelas, silahkan baca ulang dari awal.

Selamat membaca kawan. (((^_^)))
Oleh: Khasanah Roudhatul Jannah (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Senin, 18 April 2011

Cintailah Cinta Sesuai dengan Titelnya


Cinta, satu kata apa maknanya? Dari mulai umat terdahulu sampai sekarang pengertian cinta tak habis-habisnya untuk dibahas. Cinta dari seorang yang baru merasakannya sampai kepada masa yang lebih tua sekalipun. Setiap masa dalam kisah cinta pasti mempunyai arti yang berbeda-beda. Cara menyalurkan cintanya pun beragam, dari masa remaja yang baru mengenal cinta dengan sikap pemalu sampai kepada taraf melamar. Sebenarnya cinta yang mana yang mereka akan hendaknya memaknai?

Di dalam sebuah buku yang berjudul ”Hari Merah Jambu” karya Irawati. Beliau seorang anggota FLP (Forum Lingkar Pena). Tertulis dalam bukunya bahwa cinta adalah fitrah manusia, namun cinta sejati seharusnya menuntun manusia untuk lebih dekat kepada Allah SWT.

Cinta yang sudah menjadi fitrah manusia sudah menjadi kehendak Allah SWT.. Allah memberikan cinta kepada hambaNya supaya dapat menjalin ukhuwah islamiyah. Saling mengasihi, menolong dan menasehati dalam hal yang baik adalah wujud rasa cinta terhadap sesama makhluk. Semoga hal yang kita lakukan dengan menggunakan syari’at yang semestinya. Sehingga dengan itu kita dapat lebih mendekatkan diri dengan Allah SWT..

Cinta adalah kondisi yang terjadi di luar kehendak kita. Ia bisa terjadi pada seseorang melalui pendengaran, penglihatan dan lain sebagainya. Menurut DR. Ramdhan Al-Bhuti, perasaan cinta tidak masuk dalam ruang lingkup hukum atau larangan agama yang berkaitan dengan perbuatan mukallaf.

Cinta melalui pendengaran bisa saja terjadi pada seseorang dengan cara perkenalan melalui telepon. Akibat gaya bahasanya yang menarik bisa saja seseorang menjadi penasaran untuk ingin bertatap muka langsung hingga pada akhirnya mereka janjian untuk bertemu. Dan disitulah terjadi transaksi langsung yang mereka menjadi berhubungan dalam ikatan cinta.

Cinta melalui penglihatan sudah tidak asing lagi, hampir setiap orang memahaminya. Seorang yang mencintai, lebih cenderung kepada penampilan yang dicintainya. Kalau orang biasa mengatakan ; ”Dari mata turun ke hati”. Perkataan yang sering dikatakan oleh remaja sekarang. Dilihatnya seorang wanita cantik, langsung hati merasa tertarik. Kondisi ini mungkin pernah di alami oleh semua para remaja karena ini merupakan hal yang wajar.

Perlu dikoreksi semua kebiasaan dan kewajaran yang selama ini kita alami, tak selamanya semua itu sesuai dengan syari’at. Bisa saja itu semua malah membuat kita menjadi semakin terbuai dalam rayuan iblis yang menyesatkan. Tapi semua itu kita rasakan tanpa beban dan terasa nikmat. ”Jangan membenarkan kebiasaan, tapi biasakanlah kebenaran”. Iblis membujuk rayu manusia kedalam nikmat yang sesaat. Hanya iming-iming kenikmatan semata, yang sebenarnya dapat menjauhkan kita dari Allah SWT. dengan meninggalkan sebagian syari’atnya.

Bagi seorang muslim yang sejati, ungkapan; ”Dari mata turun ke hati. Merupakan perkataan yang keliru”. Memang itu merupakan fitrah, tapi kita jangan sepintas untuk memaknainya. Seharusnya ; ”Dari mata naik ke otak dan ditetapkan oleh hati”. Pasalnya pandangan yang kita lakukan harus kita bandingkan terlebih dahulu dengan ketentuan syari’at. Sebaiknya kita berfikir terlebih dahulu, apakah ini di perbolehkan atau tidak? Dengan ini insyaAllah kita tidak akan terbuai dalam rayuan iblis. Sebagai batasannya kita jadikan Al-Quran sebagi barometer.

Imam Ibnu Hazm dalam bukunya ; ”Thauq Al-Hamamah, cinta adalah kecenderungan hati seseorang terhadap wanita (lawan jenis)." Dimasa pubertas kejadian ini bisa terjadi dengan sendirinya. Berkaitan dengan ungkapan DR Ramdhan Al-Buthi, cinta yang terjadi di luar kehendak kita. Meskipun perasaan kecenderungan terhadap wanita terus manghampiri kita, tetapi jangan dijadikan alasan untuk kita menyalurkan hubungan yang tergesa-gesa sambil memberi janji serta mempertahankan mimpi dan khayal.

Ada cerita dari seorang mahasiswi yang telah mengalami kegagalan cinta pertamanya. Dimulai mengalami gejolak cintanya pada waktu pertama kali kuliah. Ketertarikannya dia kepada seorang laki-laki membuat hati jadi tidak tenang. Di waktu melamun dia selalu memikirkan orang yang di cintainya. Jikalau bertemu selalu memandangnya dengan penuh harapan. Padahal laki-laki yang dicintainya tidak tahu bahwa perempuan itu mencintainya.

Berbulan bulan telah berlalu, perasaan wanita itu tak ubahnya begitu. Terlalu sering bertemu, kemudian bercakap-cakap, hingga pada akhirnya mereka mempunyai ikatan cinta. Pada waktu rasa cintanya yang sudah lama terpendam dan kini dapat terungkap pada sasaran yang tepat, hatinya begitu bahagia sampai mengeluarkan air mata. Hubungan mereka dijalaninya dengan keadaan hati yang begitu berbunga-bunga. Sekian lama kisah mereka jalani, kemudian wanita itu memperkenalkannya kepada kedua orang tuanya. Sayang, orang tuanya tidak menyetujuai hubungan mereka. Hatinya menjadi merasa tertekan, jiwa yang tenang menjadi tergoncang.

Masyarakat yang ada pada lingkungannya pun tidak mendukung. Kisah asmara gadis berjilbab yang mempunyai wajah manis ini mulai bebalik arah. Semua angan-angan dan harapan tidak sesuai lagi dengan yang diinginkan. Semua kejadian pahit yang ada di lingkungannya diceritakan kepada sang pujaan hatinya. Dia seorang pria yang arif memahami keadaan kekasihnya.

Dengan nada merayu pria itu berkata: ”Jangan bersedih kekasihku aku akan selalu ada di sampingmu”. Dengan begitu dia akan selalu setia padanya bahkan akan melamarnya. Hati gadis yang malang kini mulai terhibur kembali dengan cara sembunyi-sembunyi, mereka mempertahankan hubungannya. Sampai tiba waktunya mereka lulus dan menjadi sarjana.

Pria yang dicintainya ternyata pergi keluar negeri untuk melanjutkan belajarnya tanpa sepengetahuan sang kekasih. Jelas hati gadis itu terasa sangat terpukul. Air matanya berlinang membahasi pipi. Hampir setiap hari dia mengurung diri di kamar sambil menangis. Sepintas kejadiannya masa lalu ada dalam pikirannya. Tapi sekarang hanya tinggal kenangan semata.

Sungguh diluar dugaan, kejadian yang menimpa dia sulit diterima sebagai kehendak Allah SWT.. Gadis itu menjadi stres dan frustasi. Hati yang amat terpukul merasa tidak rela dengan kejadian yang menimpanya. Pikiran yang aneh-eneh mulai hinggap di otaknya. Untung dia tersentuh oleh cahaya agama. Dengan keimanannya dia bentengi pikiran-pikiran yang menyesatkan. Apakah ini cinta ?

Hubungan yang dulu dijalin dengan penuh rasa cinta kini hanya tinggal kenangan semata. Dengan hubungan yang tergesa-gesa sambil memberi janji serta mempertahankan mimpi dan khayal. Seorang pria yang dulu telah berjanji dengan penuh kepastian kini meninggalkannya. Perasaan ini membuat gadis malang itu seakan-akan tidak mempercayai seorang lelaki lagi. Yang ada dalam pikirannya hanyalah ; ”Menganggap bahwa semua lelaki semua sama”. Sikap yang belum bisa menerima kenyataan adalah wajar, karna masih diliputi rasa was-was dan ketakutan. Pikiran-pikiran negatif yang singgah diotaknya akan selalu ada selama masih diliputi rasa was-was dan ketakutan. Bersyukur, ternyata Allah masih memberi jalan bagi gadis itu. Ia tidak terjerumus berlarut-larut dalam kesedihan.

Kenangan pahit yang menimpanya mulai dilupakan dengan mengisi waktu luangnya untuk kegiatan yang berguna. Di mulai dari senam kesegaran jasmani, membaca buku dan lain sebagainya. Setiap seusai shalat wajib dia tak pernah telat untuk membaca Al-Qur’an.

Pikiran romantis yang menganggap dia adalah segalanya merupakan pemikiran yang berlebihan dan mungkin akan juga berbahaya. Begitu juga yang terjadi pada seorang gadis yang sudah tersentuh virus cinta semua janji serta mempertahankan mimpi dan khayal menjadi kebiasaan seseorang yang mulai jatuh cinta. Padahal semua itu hanyalah pikiran yang berlebih-lebihan yang akan menjerumuskan kedalam tipu daya syetan.

Seorang muslim yang benar-benar berpegang teguh kepada akidah Islam dengan sungguh-sengguh serta di barengi hati yang ikhlas, tidak akan mudah tertipu dengan bujukan hawa nafsu. Walaupun nafsu ini berkata; "Pandanglah” tapi akidah berkata lain; maka seorang yang mempunyai akidah , kita harus mengikuti akidah yang kita miliki ; ”Tundukkanlah”,…. dan kemudian kita menunduk.

Oleh karena itu, jadikanlah cinta sebagai sarana cinta kepada Tuhan. Jika cinta itu tidak menjadi sarana kita semakin cinta kepada Tuhan, maka perlu dipertanyakan. Sehingga jika cinta sebagai sarana untuk mencintai Tuhan maka cinta sudah menjadi titel yang sesungguhnya yakni cinta sebagai fitrah manusia.

Oleh: Mamat Munandar (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Sabtu, 16 April 2011

Cintanya Cintamu Cintaku


Semburat merah cakrawala, menyisir plataran bumi serta dedaunan petang hari yang beranjak senja. Ketika hari dan surya makin terpojok oleh malam serta bulannya, Engkau menunjukan tanda-tanda keagungan singasanaMu yang Maha. Andai berkenan, kukutip beberapa alunan puisiMu yang terlantun indah.

“Dia menciptakan langit dan bumi…”, "Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam serta menundukkan matahari dan bulan…”, "Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.

Halus dan kasar, keras dan lembut, panjang dan pendek, kecil dan besar, jauh dan dekat, tebal dan pipih, senang dan sedih, dingin dan panas, lapang dan sempit, gelap dan terang, siang dan malam, hitam dan putih, baik dan buruk, tua dan muda, hidup dan mati, dan akhirnya, Pria dan Wanita.

“Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan", “Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”

Sewaktu pilu dalam rinduku mengetuk, sempat kutulis setinta kata dalam benakku. Wahai engkau yang berwajah ayu, kumohon bingkai piluku dengan katamu, rangkul aku dengan senyummu. namun, biarkan aku terlelap dalam cintaNya.

Duhai perempuan, tutup rapatlah mataku dengan diammu
Aku amat takut jika bayangmu jatuh ke hati lewat mataku
Aku amat takut jika manis kasihmu mengalahkan manis cintaNya
Aku amat takut jika…

Duhai perempuan
Jangan bunuh rasa yakinku dengan keanggunanmu

*In The Middle Of Night
November 11th, 2008
Oleh: Alkindijunior (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Kamis, 14 April 2011

Wanita Tangguh Apa Harus Tomboy?


“Ajari aku tuk jadi wanita tangguh
Mungkin terlalu lama aku telah bersembunyi
Menatap matahari pun aku tak mampu
Udara malam pun terlalu menusuk langkahku
Di persembunyian aku bernyanyi
Di persembunyian aku menari
Wanita tangguh…“

Masih ingat bukan dengan lagu tersebut? Ya meskipun saya edit sedikit liriknya :D Sebenarnya apa sih arti tangguh itu? Kita sering sekali mendengar kata tangguh dipakai orang untuk menyebut seorang pria yang bertubuh kekar seperti Ade Ray yang pandai menumbangkan lawan-lawannya dengan sekali pukulan. Desigggg….. Wiiih tangguh banget tuh cowo, Sambil mata melotot dan mulut menganga.

Ah tidak juga, tak selamanya tangguh berkaitan erat dengan otot tapi otak juga. Bukankah setiap permasalahan tak akan selesai hanya karena otot saja? Tapi perlu kematangan otak juga dalam mengatur strategi mencari jalan keluar secara bijak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tangguh dapat diartikan sebagai sukar dikalahkan (kuat), tidak lemah (pendirian), tabah dan tahan (menderita), serta kukuh.

Wanita tercipta sebagai makhluk yang sangat halus dan lembut perasaannya. Maka tak heran bila banyak anggapan bahwa wanita adalah makhluk yang lemah dibandingkan lelaki karena wanita lebih mengutamakan perasaannya daripada logikanya. Satu-satunya senjata wanita yang paling ampuh adalah menangis. Entah berapa ribu tetes air mata yang sering diteteskan sehari oleh wanita kala hatinya gundah dan lara. Benar ga ya? :D

Wanita identik dengan menangis dan mengeluh, tak jarang kita jumpai di status-status para wanita symbol seperti ;( -_- “_” dan symbol lainnya yang mengungkapkan bahwa dirinya sedang dirundung nestapa, tak terkecuali saya, hehehe.

Sedih itu ada sebagai pelengkap bahagia. Tak ada kesedihan bila tak ada bahagia. Bukankah Allah ciptakan alam semesta lengkap dengan isinya yang berpasang-pasangan?

Lantas apa hubungannya dengan ketomboyan ya? Hmm... Tomboy merupakan suatu sikap seorang wanita yang menyerupai lelaki, baik dari segi penampilan maupun perangainya. Terkadang tomboy banyak dipilih oleh sebagian wanita untuk menunjukkan bahwa dirinya bukanlah makhluk lemah. Tak ada istilah menangis dalam kamusnya, tak ada istilah mengeluh, atau aktivitas sebagainya yang dilakukan wanita pada umumnya. Ah sungguh meruginya dirimu andai memilih menjadi wanita tomboy. Padahal Islam sangat memuliakan wanita dan pundi-pundi pahala mudah sekali wanita raih meskipun dalam pandangan manusia apa yang dilakukan hanya amalan kecil. Dan alangkah meruginya dirimu andai terlalu memaksakan untuk membekukan air matamu seumur hidupmu. Air mata adalah nikmat tak ternilai dari-Nya yang juga harus dimanfaatkan.

Tangguh tak mesti mengubah jati dirimu menjadi seperti lelaki. Dan untuk bersikap lemah lembut, lelakipun tak perlu menjadi seperti wanita. Yang dilihat bukan wujudnya kan ya tapi amalannya. Jika dirimu ingin menjadi wanita tangguh, bercerminlah pada Ibumu. Dialah wanita tertangguh di dunia. Dan lihatlah apakah ia mengubah keanggunannya menjadi sebuah ketomboyan? Ga kan? Dia tetap menjadi wanita yang tangguh saat sembilan bulan harus membawa kita kemana-mana dan saat harus merawat kita saat lahir hingga sebesar ini. Belum lagi mengurus urusan yang lainnya. Atau membantu keuangan keluarga dengan bekerja sampingan. Ah sungguh ketangguhan itu tak selalu identik dengn kekuatan fisik semata, tapi kekuatan mental dan hati kita dalam menghadapi kehidupan ini. Mulailah bijak dalam meneteskan air mata, jangan keseringan dan jangan pula terlalu pelit. Menangislah jika dirimu tidak bisa menangis. Berarti ga normal tuh hehehe.

Yuk jadi wanita yang tangguh, yang tak mudah putus asa, dan tak gampang menangis hanya karena masalah yang masih bisa diselesaikan tanpa harus menitikkan air mata tanpa mengubah identitas kita sebagai makhluk Allah yang bernama wanita.

“Sesungguhnya kekuatan itu ada pada diri kita sendiri, namun terkadang kita yang tak mau menggalai potensi kekuatan itu hingga ia lama membeku dan hanya bisa bersemedi dalam tubuh kita”

Note: Teruntuk rekan-rekan semua yang sedang belajar menjadi wanita tangguh, terutama sebagai motivasi untuk diriku sendiri yang tengah proses menuju ketangguhan yang sesungguhnya ^_^
Semoga bermanfaat…

Oleh: Yopi Megasari (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Senin, 11 April 2011

Cinta Matahari Pada Bumi


Perkenalkan namaku Matahari, jenis bintang yang terdekat dengan Bumi, sekitar 150 Km dengan radius 112 kali dari radius Bumi serta 30 kali gaya tarik Bumi. Warnaku stabil mengikuti drajat suhu dari tubuhku sendiri, berwarna merah ketika pagi atau sore hari serta putih hingga kebiruan ketika siang. Sosokku terlahir sebagai generasi bintang kedua menurut teori Bigbang tentang pembentukan Tata Surya dengan massa Tata Surya sebesar 98 % pada tubuhku, bukankah posisiku cukup penting sebagai pusat Tata Surya?

Di sistem Tata Surya, di Galaksi Bima Sakti, terdapat kedelapan planet yang setia berevolusi mengelilingi tubuhku. Dari mulai Merkurius, Mars, Bumi, Venus, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neputnus. Mereka menempati posisi masing-masing di garis orbit dengan waktu revolusi yang berbeda tergantung karakteristik mereka. Tugas utamaku adalah mengontrol stabilitas peredaran para planet yang berarti mengontrol terjadinya siang dan malam serta tahun sebagai sumber energi panas. Dan kalian tahu? di antara para kedelapan planet yang berevolusi ke arahku, ada sebuah planet spesial yang menarik perhatianku selama ini. Mungkinkah aku menyayanginya? Jatuh cinta kepadanya? Dialah yang selama ini kalian tempati, membuatku patah hati. Karena dia ternyata lebih memilih mencintai kalian.

Perkenalkan namanya Bumi, sosok yang diam-diam aku kagumi. Si planet ketiga di sistem Tata Surya, satu-satunya planet yang memiliki kehidupan. Para penguhuninya disebut makhluk hidup, manusia adalah sosok yang paling berkuasa. Bila tubuhku hanya tersusun dari Hidrogen dan Helium, maka sebagian besar dari permukaan Bumi terdiri dari 70 % lautan dan sisanya adalah daratan, gunung, serta lembah. Bumi memiliki selimut udara yang disebut dengan atmosfer, salah satu fungsinya adalah melindungi Bumi dari paparan radiasi dan energi panasku yang berlebihan. Itulah mengapa aku sedih, padahal aku hanya ingin melindunginya dengan memberinya kehangatan, membantu udara dan air di Bumi bersikulasi, tumbuhan berfotosintesis, mentransfer energi panasku kepada batu bara dan minyak bumi.

Herannya manusia, penghuni Bumi yang tidak tau berterima kasih itu selalu mengeluhkan banyak hal tentangku. Bilang katanya kalau aku adalah penyebab panas yang menyiksa. Padahal mereka yang menjadi penyebab lapisan ozon di Atmosfer Bumi yang bernama Stratosfer. Siapa yang selama ini menggunakan zat CFC atau clorofuorocarbon, penyebab terbesar berlubangnya lapisan Ozon. Tentu bukan salahku jika Radiasi UV-ku yang ekstrem menyebabkan banyak penyakit pada Manusia. Lalu yang bernama Manusia itu selalu menyakiti Bumi, dengan sikap serakahnya, merusak hutan-hutan yang menjadi paru-paru bagi Bumi. Sungguh aku sangat melindungi Bumi dari perlakuan jahat kalian, aku benar-benar sangat menyayanginya.

Aku ingin selalu menjaganya sepanjang waktu, maka jika malam tiba aku relakan cahaya-ku dipantulkan Bulan. Aku perintahkan Bulan untuk menggantikanku menjaga Bumi dan mengawasinya, aku juga memerintahkan beragam rasi untuk membentuk beragam formasi dan senantiasa menghibur Bumi karena ulah kalian. Sungguh!! Aku ingat jawaban Bumi ketika dia menolakku dan lebih memilih kalian,

"Terima Kasih atas perasaan spesialmu Matahari, tapi bagiku memilihmu berarti merusak keseimbangan alam yang ada. Itu sama artinya aku menyakiti para penguhuni yang amat aku sayangi, dan apa artinya hidupku lagi jika Manusia yang hidup di permukaanku menderita?"

"Tapi lihat Bumi, apa yang selama ini dilakukan para Manusia itu kepadamu? Apa itu pembalasan mereka terhadap perasaanmu yang tulus?" Dan kalian perhatikan jawaban Bumi, selalu tampak membela kalian, seburuk apapun perlakuan kalian kepadanya.

"Matahari, para Manusia itu tidak semuanya bersifat buruk seperti yang kamu katakan. Seandainya kamu tahu bagaimana kelompok minoritas membelaku. Mereka rela menanam banyak Pohon sebagai amunisi paru-paruku, senantiasa menyeru kebaikan pada mahkluk hidup lainnya, berusaha melestrarikan sisa sumber dayaku sebaik-baiknya. Aku yakin mereka sebenarnya sangat menyayangiku juga, tapi terkadang khilaf dan lupa membuat mereka tidak sengaja memperlakukanku semena-mena"

Maka demi mendengar jawaban tulus dari Bumi, semakin dalamlah perasaan kagumku padanya. Dan kalian tahu? saingan terberatku dalam rangka mendapat perhatian Bumi adalah Awan, Awan selalu berdikte membanggakan dirinya, bilang kalau dirinya lebih memberi manfaat pada Bumi, mampu mempersembahkan Hujan yang sejuk pada Bumi. Dia sungguh curang, temannya banyak dan jika dia ingin menurunkan Hujan maka dia akan meminta si Nimbu Stratus untuk menghalangi pandanganku dari Bumi, Manusia menyebutnya mendung. Tapi dia jauh lebih beruntung, karena dia dan teman-temannya dapat terbentuk di lapisan Atmosfer Bumi yang bernama Troposfer, dan aku sungguh Iri.

Salah satu sikapku yang paling tidak disukai Bumi adalah ketika tubuhku mengeluarkan badai hingga mengenai Bumi dan kalian. Itu akibatnya jika emosiku telah memuncak akibat perlakuan kalian pada Bumi, tapi sungguh aku tidak bermaksud untuk membuat Bumi sedih. Maaf, bahkan demi untuk menghibur Bumi aku rela bekerja sama dengan Hujan untuk membentuk pelangi dan sesekali memperlihatkan cincin Matahariku yang serupa pelangi.

Sesederhana itu aku menyukaimu
Seperti sederhanamu yang turut mengorbitku pada garismu
Kamu bukanlah bintang fajar seperti Venus,
Atau pemilik cincin Indah layaknya Saturnus
Tapi hatimu yang tulus telah sukses memikatku.

Lihatlah bagaimana Manusia telah menyakitimu,
Tapi kamu selalu membelanya di hadapanku,
Dan kalian Manusia!!!
Tidakkah kalian merasakan perlakuan Bumiku?

Lalu aku hanya mampu menyukaimu dengan sederhana
Ingin menyukaimu dengan cara yang paling sederhana
Mengikuti kesederhanaanmu,
Demi semua itu
Aku sungguh rela turut melindungi Manusia
Menemanimu

Manusia,
Masih belum sadarkah?


Oleh: Ana Falasthien Tahta Alfina (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Minggu, 13 Februari 2011

Cinta yang Buta vs Cinta yang Melihat


Rasa cinta di dalam hati kadang kala membuat kita lupa akan segala hal yang ada dikenyataan kita, kadang pula kita memaknai cinta sebagai hal yang lumrah dan wajar bagi kita. Tetapi pada hakikatnya cinta adalah rahmat dari Allah SWT. dan merupakan salah satu nikmat-Nya yang paling besar bagi diri kita sebagai seorang hamba Allah SWT. oleh karena itu jagalah cinta, jangan sekali-kali engkau nodai cinta yang suci ini wahai Bani Adam. Dan jagalah ia jangan sampai hilang di telan oleh lumpur hidup yang siap menelan kapan saja

Rasa cinta ada pada hati setiap manusia, hewan, bahkan tumbuhan sekali pun. Seandainya makhluk Allah SWT. selain Bani Adam bisa berbicara mungkin ia akan berkata “Aku mencintaimu”, kata cinta ini sungguh sangat fenomenal dan luar biasa efeknya. Dengan kata cinta orang bisa menangis, dengan kata cinta orang bisa bahagia, bahkan karena cinta nyawa pun hilang.

Ketika rasa cinta meresap ke dalam hati yang masuk melalui pori-pori tubuh sehingga buluk kuduk pun berdiri tegak, dikarenakan hebatnya perkataan cinta maka kita pun akan terperana dengan kehebatan kata cinta itu. Itulah fenomena yang terjadi ketike seoarang jatuh cinta.

Orang yang sedang bercinta akan merasakan indahnya dunia ini, sehingga ada jargon “dunia hanya milik berdua”, kata-kata ini mungkin bisa dikatakan lucu bagi sebagian orang, karena kata ini mustahil terjadi, tetapi bagi orang yang sedang jatuh cinta maka semuanya bisa terjadi walaupun pada hakikatnya tidak akan terjadi. Hal ini berkaitan langsung dengan jargon “cinta itu buta” kata ini di satu sisi mendukung adanya kata “dunia hanya milik berdua” tapi di sisi yang lain perkataan “cinta itu buta” sebuah ungkapan yang mengarah negatif, artinya kenapa dia mengatakan dunia milik kita berdua? karena dia buta, tetapi buta di sini dalam tanda kutip yaitu buta karena cinta yang semu.

Lalu cinta apakah yang dapat melihat tetapi dunia milik kita bersama? Jawabannya mahabbah fillah (cinta karena Allah).

Inilah konsep cinta yang sesungguhnya, inilah konsep cinta yang kekal, inilah konsep cinta yang abadi, dan inilah konsep yang akan menolong kita dari kengerian hari kiamat. Karena mahabbah fillah adalah salah satu tanda orang yang mendapatkan naungan pada hari kiamat ketika tidak ada naungan kecuali naungan Allah.

Oleh karena itu, kita mencintai sesuatu apapun baik kekasih, guru, sahabat, teman, orang tua, hewan peliharaan dan lain sebagainya hendaknya dikarenakan Allah SWT, agar cinta kita itu di nilai ibadah. Bukan kah niat itu sangat berpengaruh dalam perbuatan kita apalagi kita sebagai manusia yang di ciptakan oleh Allah SWT. untuk beribadah oleh karena itu agar semuanya ibadah diniatkan kerena Allah SWT. inilah yang di sebut dengan mahabbah fillah (cinta karena Allah)

Jikalau cinta sudah di rasuki oleh kata “karena Allah” maka sungguh nikmat dan begitu syahdunya. Apalagi cinta ini dimaksudkan mencintai makhluk Allah SWT. yang sudah barang tentu fana yang tidak kekal, maka kita pun akan berpisah dengan sesuatu yang kita cintai itu karena ada sebuah perkataan “ada pertemuan dan pasti ada perpisahan”, tetapi bagi orang yang sudah di rasuki oleh kata “karena Allah” maka ia tidak akan kecewa dan tidak akan menyesal yang berlarut. Cinta yang dikarenakan Allah SWT. akan memegang prinsip “cintailah kekasihmu jangan berlebihan” karena cinta yang hakiki dan yang sebenarnya adalah cinta kepada penciptanya.

Apalagi di tambah dengan kata-kata “dunia milik bersama” , sungguh indahnya muslim, kita di perintahkan untuk saling menasihati dan saling mengingatkan, karena dunia ini milik kita bersama yang menjadi sarana mengumpulkan bekal yang banyak untuk perjalanan yang jauh, lebih jauh lagi dari pada perjalanan dari bumi ke planet pluto. Bersyukurlah wahai Muslim dan Muslimah.

Marilah untuk merubah konsepsi kita dari cinta buta yang milik berdua kepada cinta yang melihat yang milik bersama, karena alangkah indahnya saat hati ini melihat dan mengajak bersama-sama untuk menuju surga-Nya Allah SWT. yang kekal dan Abadi.

Silahkan Baca Selengkapnya......
Photobucket
 

Karya Tulis

Refleksi 02 Mei 2011

Ini hanya bagiku, entah bagi yang lainnya. Setiap hari orang-orang science mempelajari banyak simbol, dari alfabet hingga numerik atau beragam bentuk yang memang sengaja diciptakan sedemikian rupa. Aku tahu simbol-simbol tersebut sengaja diciptakan untuk

Kisah Kehidupan

Demi Sebuah Amanah

Telah lama aku berdiri di sini, di antara keramaian dan hiruk-pikuk terminal Pulo Gadung. Namun tak satupun bus antar kota yang mau berhenti dan membawaku meninggalkan kebisingan ini. Hampir satu jam lebih aku di sini, tapi semua bus antar kota nampaknya penuh semua.

Sastra

Cinta Dalam Hati ( CIDAHA )

Kala cinta datang menggoda Memanggil dan mengetuk pintu hati Lalu singgah ke rumah jiwa Tanpa kata permisi Hhm... Terdengar begitu syahdu menyentuh kalbu Namun, jika ini benar cinta Jangan biarkan cintaku padaMu hilang di hati Perkenankanlah tuk selalu mencintaiMu

© 3 Columns Newspaper Copyright by Website Nathiq | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks